Peluang Produk Furniture di Hongaria
Produk furniture atau mebel merupakan salah satu produk yang berpeluang cukup besar di Pasar Hongaria. Produk ini secara garis besar terbagi atas produk mebel untuk perkantoran, perhotelan atau rumah tangga. Produk furniture dari kawasan Asia, seperti dari Indonesia, Hong Kong, Vietnam, Malaysia, merupakan produk furniture yang diminati dengan harga yang terjangkau dalam skala mass market. Sedangkan produk furniture dari Polandia, Slovakia, dan Romania merupakan produk furniture dengan large-scale mid-market menunjukan pertumbuhan yang cukup tinggi dengan kualitas yang baik dan ditawarkan dengan harga yang rendah pula. Jenis pohon oak, turkey oak, beech and poplar merupakan jenis pohon yang mendominasi di hutan Hongaria dan menjadi ciri khas produk ekspor Hongaria untuk produk furniture terutama jenis sedentary seperti mebel kursi.
Berdasarkan data dari Kantor Pusat Statistik Hongaria, sektor industri kayu dan furniture memberikan kontribusi terhadap total produksi industri nasional sebesar 2%. Apabila dibandingkan dengan sektor lainnya, industri ini bukanlah leading role industry.
Sejak tahun 2001, terjadi peningkatan jumlah perusahaan yang bergerak di sektor furniture dengan tingkat pertumbuhan sekitar 1%. Perusahaan tersebut umumnya adalah skala kecil dan menengah yang mempekerjakan antara 10 dan 50 pekerja.
Negara pemasok utama produk furniture kursi ke Hongaria pada tahun 2003 adalah Polandia dengan pangsa pasar hampir menguasai ¼-nya dari total pangsa pasar di Hongaria. Begitu pula untuk tahun 2004 dan 2005, Polandia menguasai rata-rata 25% dari total pangsa pasar untuk produk furniture kursi. Penguasaan pangsa pasar produk impor mebel kursi oleh Polandia ini dikarenakan proaktif para ekportirnya disamping harga yang terjangkau. Rendahnya harga jual produk dari Polandia didukung dengan ketersediaan bahan baku yang lebih dari cukup terutama untuk produk mebel kursi dari kayu karena luasnya areal hutan tanaman industrinya. Jarak dua negara juga mempengaruhi rendahnya biaya transportasi yang berimplikasi juga terhadap rendahnya harga jual.
Negara pemasok utama produk furniture kursi rotan, ossier, bambu dan sejenisnya denga kode HS 940150 dalam 3 tahun terakhir (2003-2005) adalah Indonesia. Pada tahun 2003 Indonesia mampu mendominasi dan menguasai pangsa pasar hampir mendekati 50%. Total nilai impor Hongaria dari Indonesia untuk produk ini mencapai hampir 1,5 juta USD pada tahun 2005. Kemudian disusul oleh Hongkong dengan pangsa pasar 18%, Jerman (7%) serta Vietnam dan Italia masing masing lebih dari 6%.
Pada tahun 2004 terjadi penurunan nilai ekspor produk kursi rotan, bambu dan bahan sejenisnya dari Indonesia ke Hongaria sebesar hampir 60%. Walaupun demikian Indonesia masih tetap sebagai negara pemasok utama untuk produk ini dan menguasai 45% dari market sharenya di Hongaria. Penurunan nilai ekspor produk ini ke Hongaria tercatat sejak bergabungnya Hongaria dengan Uni Eropa yaitu sejak tahun 2004.
Rendahnya nilai ekspor produk furniture kursi kita ke Hongaria khususnya dan Eropa umumnya juga dipengaruhi oleh sentimen akan illegal logging yang telah dan masih berlangsung di negara kita. Dengan semakin aware dan concernnya masyarakat Eropa dan Hongaria khususnya akan produk yang ramah lingkungan serta legitimasi dan back up penuh dengan peraturan khusus dari European Commision, maka penerapan ecolabelling untuk produksi hutan Indonesia yang telah berjalan harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan.
article source: http://www.nafed.go.id/bindo/mediacenter.php?ctrl=info&idberita=14
Comments
One Response to “Peluang Produk Furniture di Hongaria”
Got something to say?
[...] industry in Indonesia (indonesian furniture) has boomed since the 1998 Asian crisis. The main reason behind this boom was the weak rupiah, [...]